im exactly know... what im supose to be.....

Search This Blog

March 16, 2012

ASKEP KEHAMILAN DENGAN PENYAKIT JANTUNG


  1. Konsep Dasar
Kehamilan dengan penyakit jantung selalu saling mempengaruhi karena kehamilan dapat memberatkan penyakit jantung yang dideritanya. Penyakit jantung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Jantung yang normal dapat menyesuaikan diri terhadap segala perubahan  sistem jantung dan pembuluh darah yang disebabkan oleh kehamilan, yaitu dorongan diafragma oleh besarnya janin yang dikandungnya sehingga dapat mengubah posisi jantung dan pembuluh darah sehingga terjadi perubahan dari kerja jantung.
Yang dapat mempengaruhi antara lain:
  • Pengaruh peningkatan hormone tubuh Terjadi haemodelusi darah dengan puncaknya pada kehamilan 28 – 32 minggu
  • Kebutuhan janin untuk pertumbuhan dan perkembangan dalam rahim
  • Kembalinya darah setelah placenta lahir karena kontraksi rahim dan terhentinya terhentinya peredaran darah placenta
  • Saat post partum sering terjadi infeksi .

Etiologi
Etiologi kelainan jantung dapat berupa kelainan primer maupun sekunder.
Kelainan Primer, kelainan primer dapat berupa kelainan kongenital, bentuk kelainan katub,iskemik dan cardiomiopati.
Kelainan Sekunder, kelainan sekunder berupa penyakit lain, seperti hipertensi, anemia berat, hipervolumia, perbesaran rahim, dll

Tanda dan Gejala

Tanda :
  • Nadi : takikardia, a
  • Tekanan / palpasi vena jugularis: meninggi,
  • Impuls apical: impuls ganda (sesuai dengan S4) S4)
  • Auskultasi jantung  
  • Auskultasi paru
  • Edema Ed
  • Pulsus Alternans
  • Suara paru kedua (P2)  (P2)
  • Efusi pleura si pleura
  • Ascites
  • Pembesaran  jantung
  • Aritmia

Gejala :
  • Cepat merasa lelah
  • Jantungnya berdebar – debar
  • Sesak napas apabila disertai dengan sianosis
  • Edema tungkai atau terasa berat pada
  • kehamilan muda
  • Mengeluh tetap bertambah besarnya rahim yang tidak sesuai.

Pemeriksaan Penunjang
EKG, untuk mengetahui kelainan irama dan gangguan konduksi, adanya kardiomegali, tanda penyakit pericardium , iskemia atau infark, bisa ditemukan tanda-tanda aritmia.
Ekokardiografi, metode yang aman, cepat dan terpercaya untuk mengetahui fungsi dan anatomi bilik, katup, dan pericardium.
Pemeriksaan radiologi untuk mengetahui dehidrasi dalam kehamilan namun jika memang  diperlukan dapat dilakukan dengan memberikan pelindung di abdomen dan pelvis.

  1. ASUHAN  KEPERAWATAN

Pengkajian
  • Data Demografi                                                                                               
  • Nama
  • Umur
  • Pekerjaan
  • Alamat

Aktifasi dan istirahat
  • Ketidakmampuan melakukan aktifitas normal
  • Dispenia nocturnal karena pengerahan tenaga

Sirkulasi
  • Takikardia, palpitasi, disritmia
  • Riwayat penyakit jantung congenital
  • Perubahan poksisi dan diafragma ke atas dan ukuran jantung sebanding dengan uterus.
  • Dapat mengalami pembesaran jantung dan murmur diastolic dan sistolik secara kontinu.
  • Peningkatan tekanan darah
  • Clubbing dan sianosis
  • Nadi mungkin menurun
  • Dapat mengalami memar spontan, perdarahan lama, dan trobositopenia.
  • Riwayat hipertensi kronis

Eliminasi
Menurunnya keluaran urine

Makanan dan cairan
  • Obesitas
  • Mual dan muntah

Malnutrisi
  • Diabetes mellitus
  • Dapat mengalami edema  ekstrimitas bawah
  • Nyeri dan rasa nyaman
    Dapat mengeluh nyeri dada dengan tanpa paktivitas

Pernafasan
  • Pernafasan mungkin kurang dari 14 x / menit
  • Krekle
  • Hemoptisis
  • Takipnea
  • Dispnea
  • Ortopnea

Diagnosa Keperawatan
  • Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan volume sirkulasi, disritmia, perubahan kontratiktilitas miokard, dan perubahan inotropik pada jantung.
  • Kelebihan volum cairan berhubungan dengan peningkatan volum sirkulasi, perubahan faal ginjal, intake cairan yang berlebihan.
  • Penurunan perfusi jaringan berhubungan dengan perubahan volume sirkulasi.
  • Resiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuat pertahanan primer dan skunder, penyakit/kondisi kronis, ruang pengetahuan tentang proses infeksi.
  • Intoleransi aktifitas berhubungan dengan penurunan cardiac output.
  • Kurang pengetahuan ( kebutuhan belajar ) berhubungan dengan kurangnnya informasi dan interpretasi yang salah.

Intervensi Keperawatan
Mandiri
  • Tentukan atau pantau klasifikasi fungsional klien
  • Auskultasi bunyi napas klien
  • Istirahat secara fisik dan mental
  • Posisi tidur semifowler /fowler sesuai dengan kenyamanan klien
  • Terapi oksigen (2-4 liter)
  • Evaluasi DJJ, jumlah gerakan janin setiap hari dan evaluasi NST sesuai dengan indikasi
Kolaborasi
  • Pemeriksaan ECG, foto thorax, dan prosedur yang lain
  • Obat-obatan : Antibiotic, digitalis, ACE inhibitor, beta blocker, Ca antagonis, , vasodilatator, anti thrombus, anti nyeri, penenang, anti-aritmia
  • Atasi infeksi pernapasan dasar sesuai dengan kebutuhan
  • Siapkan pasien terhadap perawatan di rumah sakit sesuai kondisinya
  • Batasi cairan dan natrium bila ada GJK
  • Berikan diuretic ( mis: klorotiazid, hidroklorotiazid)
  • Pantau pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi GDA dan Hb/Ht
  • Hitung SDP, kultur sekresi pernapasan bawah atau atas
  • Libatkan tim pelayanan kesehatan dalam penyuluhan atau perencanaan
  • Berikan informasi yang tepat untuk protocol perawatan dalam situasi komunitas / rumah sakit serta di rumah
  • Identifikasi kelompok pendukung untuk klien beresiko tinggi

Implementasi
  • Melaksanakan intervensi sesuai dengan rencana yang telah dilakukan konsolidasi
  • Ketrampilan interpersonal , intelektual, teknikal, dilakukan dengan cermat dan efisien pada situasi yang tepat
  • Keamanan dan kenyamanan fisik serta psikologisnya harus dilindungi.
  • Dokumentasi dan intervensi serta respon klien terhadap tindakan medis dan keperawatan yang telah dilakukan.
Evaluasi
  • Mengidentifikasi / mengadopsi prilaku untuk meminimalkan stressor dan memaksimalkan fungsi jantung
  • Mendemonsrasikan sirkulasi plasenta, fungsi ginjal dengan denyut jantung janin dan gerakan janin dalam batas normal dan secara individu haluaran urin yang tepat.
  • Adanya keseimbangan cairan yang stabil dengan tanda-tanda vital, penambahan berat badan tepat, tidak adanya oedema.
  • Menunjukkan tekanan darah , nadi, GDA, dan hitung SDP BDN dalam keadaan normal.
  • Mendemonstrasikan perfusi plasenta adekuat sesuai indikasi dari janin reaktif dengan frekuensi jantung  direntang dari 120-160 dpm dan ukuran tepat untuk usia gestasi.
  • Berkurang atau tidak adanya infeksi.
  • Meningkatnya pengetahuan pasien terhadap penyakitnya sehingga mempermudah dalam penyembuhan.
  • Tingkat kecemasan pasien berkurang.

PENUTUP

  1. KESIMPULAN
Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian maternal. Karena setiap kehamilan mempengaruhi system kardiovaskuler ibu. Jantung normal dapat mengompensasikan peningkatan beban kerja sehingga kehamilan dan kelahiran bayi ditoleransi dengan baik. Selain itu, jantung yang normal dapat menyesuaikan diri terhadap segala perubahan system jantung dan pembuluh darah yang disebabkan oleh kehamilan , yaitu dorongan dafragma oleh besarnya janin yang dikandungnya sehingga dapat mengubah posisi jantung dan pembuluh darah sehingga terjadi perubahan  dari kerja jantung. Namun apabila hal ini tidak  ditoleransi dengan baik. Kegagalan jantung dapat terjadi. Penyakit jantung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Etiologi kelainan jantung dapat berupa kelainan primer dan sekunder. Mengetahui tanda dan gejala yang memicu terjadinya penyakit jantung pada ibu hamil sangatlah penting dalam menentukan asuhan dan diagnosa yang tepat dalam menanggulangi penyakit jantung. Selain hal itu, pemerikasaan penunjang lewat ekokardiografi, juga penting untuk mengetahui kelainan irama dan gangguan konduksi, adanya kardiomegali, tanda penyakit pericardium , iskemia atau infark, bisa ditemukan tanda-tanda aritmia. Pemeriksaan radiologi untuk mengetahui dehidrasi dalam kehamilan namun jika memang  diperlukan dapat dilakukan dengan memberikan pelindung di abdomen dan pelvis. Intervensi keperawatan dapat dilskukan dengan cara mandiri dan kolaborasi, hal ini penting dilakukan guna meningkatkan kesehatan pasien. Penanganan  yang tepat dapat mengurangi kecemasan dan mempermudah penyembuhan pasien.

  1. SARAN
Dalam menanggulangi penyakit jantung pada ibu hamil,  ketrampilan interpersonal , intelektual, teknikal, sangat penting dilakukan dengan cermat dan efisien pada situasi yang tepat. Selain itu
keamanan dan kenyamanan fisik serta psikologis dari pasien harus dilindungi dengan baik guna mengurangi tingkat kecemasan dari pasien serta meminimalkan stressor dan memaksimalkan fungsi jantung.

No comments:

Post a Comment