im exactly know... what im supose to be.....

Search This Blog

September 30, 2010

* PROSES SENSORIS *

PENGERTIAN
Proses  sensoris  adalah  proses  masuknya rangsang melalui alat indra ke kotak (serebral) kemudian kembali melalui saraf motoris dan berakhir dengan perbuatan.
RANGSANG > INDRA > OTAK > MOTORIS > TINDAKAN/PERBUATAN

PENGAMATAN

Proses sensoris disebut juga pengamatan, yaitu gejala mengenal benda-benda disekitar dengan menggunakan alat indra. Pengamatan dengan anggapan memiliki perbedaan. Respons yaitu proses terjadinya kesan dalam pikiran  setelah stimulus tidak ada.
Proses awal dari pengamatan disebut perhatian, sedangkan proses akhir disebut persepsi yang menyebabkan kita menpunyai pengertian tentang situasi sekarang atas dasar pengalaman yang lalu.
Dalam pengamatan diutamakan adalah kualitas objek bukan kuantitas objek. Secara psikologi perbedaan benda yang diamati bersifat kualitatif dengan tidak mengabaikan proses fisiologi. Secara psikologi sikap seseorang dalam situasi itulah yang akan memberikan arti.

Contoh:
·                Secara fisiologis waktu yang lamanya 1 jam adalah 60 menit atau 3600 detik. Secara
psikologis dapat terasa lama (mis. Pada saat antri membeli tiket atau menunggu seseorang). Namun sebaliknya dapat terasa sebentar (mis. Saat bergenbira, bersenda-gurau, pesta dan sebagainya).
Kejadian-kejadian yang berlangsung dalam prosesnya. Secara psikologis indra merupakan alat penerima rangsang yang sedang di proses oleh organ-organ tubuh lain yang dibawah ke otak, sedangkan secara psikologis yang penting adalah kesan yang terjadi, setelah di temukan situasi yang berarti bagi subjek.
Proses pengamatan (penyerapan atau persepsi) melalui 3 proses, yaitu:
a.              Proses fisik, stimulus mengenai alat indra
b.              Proses fisiologis, stimulus diteruskan oleh saraf sensoris ke otak
c.         Proses psikologis, proses dalam otak sehingga individu menyadari apa yang diterima oleh alat indra. 

Rangsang(stimulus)
Penerima (Reseptor)
Perasaan (Sensitivitas)
1.      Cahaya
2.      Suara
3.      Panas dingin dan tekanan
4.      Gas
5.      Bahan Kimia

Mata

Telinga

Kulit



Hidung


Lidah

Penglihatan

Pendengaran

Perabaan



Penciuman

Pengecapan


Mata
Terjadinya proses pengamatan sebagai berikut.
            Sumber cahaya à kornea (1) à aquos humor pada kamera okuli anterior(2) àpupil(3) àaquos humor pada kamera okuli posterior (4) à lensa kristalina (5) à korpus vitreum(6) àretina (7) à nervus optikus (8) à otak ( 9) àterjadi kesadaran dan kesan-kesan apa yang telah dilihat.
Ada tiga bentuk pengamatan melalui indra mata, yaitu:
a.    Pengamatan warna, terdiri dari warna dasar (merah,kuning,dan biru) dan warna yang memengaruhi perasaan kejiwaan.
Contoh:
Q Warna hijau dan biru memberi suasana tenang
Q Warna oranye menimbulkan suasana riang
Buta warna, yaitu individu yang tidak dapat membedakan wana satu dengan warna yang lain. Buta warna merupakan  kelainan yang di bawa sejak lahir sehingga sampai saat ini dapat disenbukan. Penyebab buta warna adalah tidak ada atau kurang sempurnanya alat yang berfungsi untuk membedakan warna pada retina yang disebut cones.
Buta warna total apabila yang terlihat semuannya berwarna  abu-abu (kelabu) disebut monokromat. Bula hanya melihat dua warna dinamakan bikromat (mis. hanya dapat melihat warna merah dan hijau).

b.              Pengamatan bentuk, yaitu benda terlihat bulat, lonjong, runcing, kubus, dan balok.
c.         Pengamatan ruang, meliputi tempat dan jarak (mis. berada di ruang kelas, ruang terbuka dan tempat yang berjarak dari satu tempat ke tempat lain).

Telinga

Menurut W.F Ganong (1991) di dalam telinga terdapat dua reseptor sensorik untuk pendengaran dan keseimbangan. Proses pengamatan suara melalui tiga bagian di telinga. Menurut Riddle (1997)  bagian-bagian telinga tersebut, yaitu :
a.       Telinga bagian luar (acusticus externus),sebagai tempat penerima stimulus yang terdiri dari daun telinga (Auricle) dan saluran telinga luar ( Meatus Acusticus Estenus ).

b.      Telinga bagian tengah (Acusticus  Medialis),Berfungsi meneruskan stimulus ke telinga bagian dalam,terdiri dari :
·         Tulang –tulang Pendengaran (Ocicula Auditus)
·         Saluran Udara dari telinga (Tuba Eustahius)
·         Saluran telinga bagian dalam (Meatus Acusticus internus )
c.       Telinga bagian Dalam (Acusticus internus ), terdiri dari
·         Labirin tulang saluran berbentuk tulang,
·         Labirin membran
·         Cochlea,terdiri dari scala media dan scala timpane
·         Membran Basalis
·         Organ Corti
Proses Pengamatan Suara :
Perilaku seseorang dapat di pengaruhi oleh bunyi atau suara yaitu :
a.       Mendengar lagu-lagu mars membuat kita jadi semangat
b.      Mendengar lagu-lagu dangdut membuat kita ingin berjoget
c.       Mendengar lagu-lagu slow membuat kita merasa tenang

Kulit
Kulit merupakan indra untuk stimulus mekanik (raba dan tekan ),panas,dingin,dan nyeri.
Macam – macam reseptor pada kulit
a.       Corpus cula tactus dari meisner,merupakan rangsangan tactil
b.      Corpus cula rufini ,terdapat di bawah kulit
c.       Corpus cula bullo Idea Krauso,terdapat pada corium.
d.      Corpus cula lamellasa pacceni,terdapat di subkutis.
e.       Rangasangan Nyeri,terdapat pada ujung saraf.


Hidung



Indra pembau yang terdapat pada mukosa (selaput lendir) hidung hanya dapat di rangasang oleh gas.
Saraf yang menerima rangsang pembau yaitu :
a.       Nervus Olfactorius,rangsang wangi-wangian
b.      Nervus Trigemin
Bau dapat mempengaruhi perilaku seseorang,misalnya dekat orang yang wangi, menimbulknan keinginan mendekat atau sebaliknya.

Lidah
Reseptor Pengecap terletak pada epigklotis,palatum,faring,papila fungiformis,dan circum vallate lidah.
Perangsang pada indra pengecap adalah semua benda yang dapat larut .
Lokasi kepekaan pada lidah :
a.       Pucuk lidah
b.      Tepi lidah
c.       Pangkal lidah
d.      Punggung lidah
Campuran rasa lain terdapat pada palatum ( tekak ),yaitu campuran rasa asam,pahit,manis,dan asin,dan faring campuran keempat rasa tersebut.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES SENSORIS
a.       Keadaan indra yang sehat dan sempurna yang akan mempengaruhi kesempurnaan proses sensoris.
b.      Perhatian yang tertuju pada objeknya yang memudahkan persepsi,dan apabila perhatian kurang akan mengganggu konsentrasi sehingga proses sensoris tidak sempurna.
c.       Rangsangan yang sangat lemah ataupun sangat kuat akan mengganggu proses sensoris.
d.      Saraf dan pusat saraf dalam keadaan baik dan sehat.

GANGGUAN MENTAL KARENA FAKTOR PROSES SENSORIF TERHADAP PERILAKU
a.       Osilasi (ayunan),osilasi terjadi karena perhatian atau pengamatan yang mudha beralih sehingga menyebabkan kesan yang selalu berubah.
b.      Ilusi,terjadi karena kesalahan persepsi sehingga terjadi kesalahan kesan.Dalam Ilusi terjadi kesalahan pengamatan .
Penyebab terjadinya ilusi:
a.       Keadaan fisik,adapun penyebab rangsangan yang keliru.
b.      Kebiasaan mempercayai suatu objek yang serupa ,misalnya tebangan pohon pisang dikira mayat.
c.       Harapan –harapan tertentu ssehingga menimbulkan berbagai prasangka.
d.      Tidak adanya analisis terhadap kesan yang diterima dan adanya kesan secara keseluruhan.

Halusinasi
Halusinasi terjadi apabila yang bersangkutan mempunyai kesan tertentu tentang sesuatu ,padahal dalam kenyataaannya tidak terdapat rangsangan apapun atau tidak terjadi sesuatu apapun atau bentuk kesalahan pengamatan tanpa objektivitas pengindraan dan tidak di sertai stimulus fisik yang adekuat.

Halusinasi dapat kita jumpai pada sakit panas,mabuk(minum alkohol),berjalan di padang pasir yang akan terlihat danau yang penuh air jenih,terkena racun tertentu (Narkotik atau candu ),dan penderita psikosis berat.Halusinasi dapat berupa penglihatan maupun suara.
Kamuflase
            Kamuflase terjadi apabila dalam suatu objek yang di amati di buat sedemikian rupa sehingga rangsangannya menyerupai rangsang latar belakang.

No comments:

Post a Comment