im exactly know... what im supose to be.....

Search This Blog

Showing posts with label Anatomi. Show all posts
Showing posts with label Anatomi. Show all posts

October 07, 2010

OTAK

Otak (bahasa Inggris: encephalon) adalah pusat sistem saraf (bahasa Inggris: central nervous system, CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya.
Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.
Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensial aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmitter . Neurotransmitter ini dikirimkan pada celah yang di kenal sebagi sinapsis. Avertebrata seperti serangga mungkin mempunyai jutaan neuron pada otaknya, vertebrata besar bisa mempunyai hingga seratus milyar neuron.
Otak manusia  adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat mempengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif



Bagian otak manusia

Pada anatomi otak vertebrata, otak depan (bahasa Inggris: prosencephalon, forebrain) adalah bagian atas dari otak. Pada tahap perkembangan sistem saraf pusat (bahasa Inggris: five-vesicle stage), otak depan berkembang dan memisahkan diri menjadi otak besar dan diensefalon. Jika pada masa embrio, otak depan mengalami hambatan untuk berkembang menjadi kedua lobus ini, maka akan terjadi suatu kondisi yang disebut holoprosensefali (bahasa Inggris: holoprosencephaly).

Otak besar (bahasa Inggris: telencephalon, cerebrum) adalah bagian depan yang paling menonjol dari otak depan. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan, belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan dan sebaliknya. Jika otak belahan kiri mengalami gangguan maka tubuh bagian kanan akan mengalami gangguan, bahkan kelumpuhan. Tiap belahan otak depan terbagi menjadi empat lobus yaitu frontal, pariental, okspital, dan temporal. Antara lobus frontal dan lobus pariental dipisahkan oleh sulkus sentralis atau celah Rolando.
Istilah telencephalon mengacu pada struktur embrio yang kemudian berkembang menjadi cerebrum:
  • Dorsal telencephalon atau pallium berkembang menjadi cerebral cortex
  • Ventral telencephalon atau sub-pallium berkembang menjadi basal ganglia.

Korteks otak besar (bahasa Inggris: cerebral cortex, grey matter) merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu yang terdiri dari 15 - 33 milyar neuron yang masing-masing tersambung ke sekitar 10.000 sinapsis, satu milimeter kubik terdapat kurang lebih satu milyar sinapsis. Komunikasi yang terjadi antar neuron dalam bentuk deret panjang pulsa sinyal yang disebut potensial aksi dimungkinkan melalui fiber protoplamik yang disebut akson yang dapat dikirimkan hingga ke bagian jauh dari otak atau tubuh untuk menemukan reseptor sel tertentu.
Terdapat enam lapisan korteks, neokorteks/isokorteks, arcikorteks, paleokorteks, allokorteks yang berlipat-lipat sehingga permukaanya menjadi lebih luas dengan ketebalan 2 hingga 4 mm. Lapisan korteks terdapat berbagai macam pusat saraf yang mengendalikan ingatan, perhatian, persepsi, pertimbangan, bahasa dan kesadaran

Ganglia dasar

Ganglia dasar (bahasa Inggris: basal ganglia, white matter) merupakan lapisan yang berwarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung serabut saraf, yaitu Dendrit dan Neurit
Otak besar merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Secara terperinci, aktivitas tersebut dikendalikan pada daerah yang berbeda. Di depan celah tengah (sulkus sentralis) terdapat daerah motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar. Bagian paling bawah pada korteks motor tersebut mempunyai hubungan dengan kemampuan bicara. Daerah Anterior pada lobus frontalis berhubungan dengan kemampuan berpikir. Di belakang (Posterior) sulkus entralis merupakan daerah sensori. Pada daerah ini berbagai sifat perasaan dirasakan kemudian ditafsirkan. Daerah pendengaran (auditori) terletak pada lobus temporal. Di daerah ini, kesan atau suara diterima dan diinterpretasikan. Daerah visual (penglihatan) terletak pada ujung lobus oksipital yang menerima bayangan dan selanjutnya bayangan itu ditafsirkan. Adapun pusat pengecapan dan pembau terletak di lobus temporal bagian ujung anterior.

Diensefalon

Diensefalon (bahasa Inggris: diencephalon, interbrain) adalah bagian otak yang terdiri dari:
  • mid-diencephalic territory
    • pretalamus / ventral talamus / subtalamus, terletak di bawah kelenjar hipotalamus. Nuklei berupa zona incerta, thalamic reticular nucleus, dan fields of Forel. Pretalamus terpola sinyal SHH (bahasa Inggris: sonic hedgehog homolog) dari ZLI dan setelah itu membuat koneksi yang berbeda-beda ke striatum (caudate nucleus dan putamen) dalam otak depan, ke talamus (gugus medial dan lateral nucleus) dalam otak kecil, dan ke red nucleus dan substantia nigra dalam otak tengah. Pretalamus ditengarai mempunyai andil dalam pengendalian pola konsumsi termasuk defecation dan copulation.
    • zona limitan intratalamika (bahasa Inggris: zona limitans intrathalamica, ZLI) yang berfungsi sebagai pusat sinyal layaknya cerebrum dan sebagai pembatas antara talamus dan pretalamus.
    • talamus / dorsal talamus yang berfungsi antara lain menghubungkan komunikasi antar belahan otak besar.
  • hipotalamus, merupakan pusat pengendalian waktu biologis, suhu tubuh dan sekresi hormon dan fungsi biologis lain. Hipotalamus terletak di dasar otak depan.
  • epitalamus
  • pretektum
Otak tengah

Otak tengah (bahasa Inggris: mesencephalon) adalah bagian otak yang mempunyai struktur:
  • tektum, terdiri dari 2 pasang colliculi yang disebut corpora quadrigemina:
    • inferior colliculi, terlibat pada proses pendengaran. Sinyal yang diterima dari berbagai nukleus batang otak diproyeksikan menuju bagian dari talamus yang disebut medial geniculate nucleus untuk diteruskan menuju korteks pendengaran primer (bahasa Inggris: primary auditory cortex).
    • superior colliculi, berperan sebagai awal proses visual dan pengendalian gerakan mata
  • cerebral peduncle
Otak belakang

Otak belakang (bahasa Inggris: myelencephalon, metencephalon, rhombencephalon) meliputi jembatan Varol (bahasa Inggris: pons, pons Varolii), sumsum lanjutan (bahasa Inggris: medulla oblongata), dan otak kecil (bahasa Inggris: cerebellum). Ketiga bagian ini membentuk batang otak (bahasa Inggris: brainstem).
  • Jembatan Varol berisi serabut saraf yang menghubungkan lobus kiri dan kanan otak kecil, serta menghubungkan otak kecil dengan korteks otak besar.
  • Sumsum lanjutan membentuk bagian bawah batang otak serta menghubungkan jembatan pons dengan sumsum tulang belakang. Sekelompok neuron pada formasi retikular di dalam sumsum lanjutan berfungsi mengontrol sistem pernafasan, dan syaraf kranial yang berfungsi mengatur laju denyut jantung juga berada pada sumsum ini. Selain itu juga berperan sebagai pusat pengatur refleks fisiologi, tekanan udara, suhu tubuh, pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Fungsi lainnya ialah mengatur gerak refleks, seperti batuk, bersin, dan berkedip.
Otak Kecil

Otak kecil (bahasa Inggris: cerebellum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak di bawa lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Referensi

  1. ^ Beatty, J. (2001) The Human Brain: Essentials of Behavioral Neuroscience. Thousand Oak, CA : Sage Publicaion
  2. ^ (en) Medulla. College of Science, University of Idaho. Diakses pada 28 Februari 2010


Pranala luar


Sistem Kardiovaskuler

Kelompok 3 Anatomi >> kelas A2

SISTEM SIRKULASI DARAH
Pembuluh darah adalah serangkaian tuba tertutup yang bercabang  dan membawa darah dari jantung ke jaringan baik secara sistemik maupun pulmonal kemudian kembali ke jantung.Ada tiga jenis  Pem buluh darah utama yaitu Arteri,Kapiler dan vena.
I.Pembuluh Darah
1.Arteria
·         Pembuluh darah ini membawa darah dari  jantung ke pelbagai jaringan tubuh ,oleh karena itu arteri mempunyai dinding yang kuat serta tekanan darah yang tinggi.
·         Jaringan arterial ini terisi sekitar 15% dari volume total darah .karena itu dianggap sebagai sirkuit yang rendah volumenya tapi tinggi tekanannnya.
·         Selalu membawa darah yang mengandung banyak oksigen (darah teroksigenasi) ,kecuali arteri pulmonalis yang membawa darah kurang oksigen ( deoksigenasi ).
·         Bersifat distensibel sehingga arteri bekerja sebagai resevoir elastis bagi output ventrikel kiri dan mempertahankan tekanan serta alirah darah selama diastole (relaksasi) ketika jantung tidak memompa darah.        
·         Dinding aorta dan arteri besar mengandung banyak jaringan elastis dan sebagian otot polos

a.     Struktur arteri > terdiri dari 3 lapisan
-          Tunika Adventisia (Lapisan terluar ),terdiri dari jaringan ikat fibrosa
-          Tunika media ( lapisan tengah ) terdiri dari otot polos dan /atau serabut elstis
-          Tunika Intima ( dalam ),suatu tuba tipis yang terbentuk dari sel-sel endotelia.
b.    Jenis Arteri >
-          Arteri Elastis,Arteri  terbesar pada jantung memiliki jaringan elstis.
-          Arteri Muscular, disebut arteri penyebar (penghantar),memiliki serabut otot polos pada dindingnya untuk merespon stimulus saraf.
-          Arteri kecil, tersusun dari otot dan serabut elastis dalam jumlah beragam .Serabut ini menahan aliran pulsatil darah menjadi lebih tenang.
-          Arteriol merupakan arteri kecil dengan lumen sempit dan dinding muskular tebal dengan sedikit serabut elastis ,di sebut arteri tahanaan karena di bawah pengaruh saraf simpatis.Dinding beroto ini sangat peka dan dapat berdilatasi atau berkontraksi untuk mengatur aliran darah ke jaringan kapiler.Sebagai akibat kemampuan otot pembuluh darah untuk mengubah –ubah diameter dengan cukup bermakna ,maka arteriola menjadi tempat resistensi utama aliran darah pada seluruh percabangan arteria.Akibatnya tekanan pada kapiler akan turun mendadak dan aliran berubah dari berdenyut menjadi aliran tenang,sehingga memudahkan pertukaran nutrient pada tingkat kapiler.Persambungan antara arteriola dan kapiler terdapat sfingter prekapiler yang berada di bawah pengaturan fisiologis yang cukup rumit.

2.Kapiler
·         Dinding pembuluh darah kapiler dangat tipis,terdiri dari satu lapisan endotel
·         Merupakan saluran mikroskopik untuk pertukaran nutrien dan zat sisa di antara darah dan jaringan, Menghubungkan arteriol dan venula.

3.Venula dan Vena
·         Lapisan dinding vena seperti lapisan dinding arteri ,tetapi serabut elastisnya lebih sedikit dan jaringan ikat fibrosanya lebih banyak
·         Venula sabagai saluran pengumpul dengan dinding otot yang relatif lemah namun peka.pada pertemuan antara kapiler dan venula terdapat sfingter postkapiler.
·         Vena berdinding relatif tipis dan menyalurkan darah dari jaringan kapiler melalui sistem vena masuk ke atrium kanan.Aliran nya searah karena adanya katup-katup yang letaknya strategis di dlam vena.
·         Sifat aliran darah vena bertekanan darah yang relatif rendah ,kira-kira 65% dari volume darah terdapat dalam sistem vena.
·         Venokontruksi dapat menurunkan kapasitas jaringan vena,memaksa darah bergerak menuju jantung dan dengan demikian memperbesar alir ballik vena.

II.Sirkulasi Darah

1.Sirkulasi Pulmonar
·         Pembuluh Pulmonar mempunyai dinding –dinding yang lebih tipis dan sedikit otot polos,karenanya pulmonar lebih mudah teregang dan resistensinya terhadap aliran darah lebih kecil.
Pembuluh darah (Trunkus Pulmonary >
> Arteri Pulmonaris kanan > tiga cabang lobus pada paru kanan >berakhir  jaring2 kapiler yang mengelilingi kantong udara paru-paru.
>Arteri Pulmonaris Kiri > dua cabang lobus pada paru kiri > berakhir di jaring2 kapiler yang mengelilingi kantong udara paru-paru.
·         Sisi kanan jantung menerima darah terdeoksigenasi dari tubuh dan mengalirkannya ke paru-paru untuk di oksegenasi.Darah yang sudah teroksigenasi kembali ke sisi kiri jantung.Berikut ini sirkulasi darah yang melewati jantung:

Atrium kanan > katup trikuspid > katup seminular > Trunkus Pulmonar > arteri pulmonar kanan dan kiri > kapiler Paru >  Vena Pulmonar  kanan dan kiri > atrium kiri.



2.Sirkulasi Koroner
Sirkulasi koroner meliput seluruh permukann jantung membawa oksigen dan nutrisi ke Miokardium melalui cabang-cabang intramiokardial yang kecil-kecil. Untuk dapat mengetahui akibat-akibat dari penyakit jantung koroner, maka kita harus mengenal terlebih dahulu distribusi arteria koronaria ke otot jantung dan sistem penghantar.
a)     Arteria  Koronaria
Arteria Koronaria adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik, muaranya di dalam sinus valsalvah dalam aorta, tepat di atas katup aorta. Sirkulasi koroner terdiri dari 1).Arteria koronia kanan  2). Arteria koronaria kiri yaitu arteri desendens anterior kiri dan arteria sirkumfleksa kiri. Arteria-arteria ini berjalan melingkari jantung dalam dua celah anatomi eksterna yang memilki tempat pertemuan dua celah di posterior jantung yang merupakan bagian jantung yang kritis. Nodus AV berlokasi pada tempat pertemuan ini karena itu pembuluh manapun yang melintasi kruks tersebut merupakan pembuluh yang menghantarkan makanan ke nodus AV. Istilah dominasi kanan dan dominasi kiri menunjukkan apakah arteria koronaria kanan atau kiri yang melintasi kruks tersebut. Arteria Koronaria kanan=> ke lateral mengitari sisi kanan jantung dalam sulkus atrioventrikularis kanan => mencapai posterior jantung => kruks lalu turun => apeks jantung dalam sulkus interventrikularis posterior. Arteria koronaria kiri bercabang tidak lama sesudah meninggalkan pangkalnya di aorta. Arteria sirkumfleksa kiri => ke lateral di bagian kiri jantung dalam sulkus artrioventrikularis kiri. Sirkulasi ini disebut dengan sebutan dan tujuannya sebagai pembuluh sirkumfleksa. Arteria desendens anterior kiri : Arteri => permukaan jantung =>melintasi apeks jantung =>  ke sepanjang permukaan posterior sulkus interventrikularis (bersatu dengan cabang distal arteria koronaria kanan).

Setiap pembuluh darah mencabangkan pembuluh epikardial dan intramiokardial yang khas. Jalur-jalur anatomis ini menghasilkan suatu korelasi antara arteria koronaria dan penyediaan nutrisi otot jantung. Arteria koronaria dekstra memberi darah  => atrium kanan => ventrikel kanan => dinding inferior ventrikel kiri. Arteria sirkumfleksa sinistra memberi darah => atrium kiri => dinding posterolateral ventrikel kiri. Nodus AV dipasok oleh arteria => kruks (arteria koronaria kanan dan arteria sirkumfleksa kiri). Lesi arteria koronaria kanan dapat diduga dengan gangguan penghantaran nodus AV sedangkan lesi pada arteria desendens anterior mengganggu fungsi pompa ventrikel kiri.  

b)    Vena-Vena Jantung (dalam sistem Koronaria)
            Sistem vena jantung mempunyai 3 bagian:
1)     Vena thebesia, yang merupakan sistem terkecil menyalurkan sebagian darah dari miokardium atrium kanan dan ventrikel kanan.
2)     Vena kardiaka anterior, yang berfungsi mengosongkan sebagian besar lisis jaringan vena ventrikel kanan langsung ke atrium kanan.
3)     Sinus koronarius dan cabang-cabangnya, berfungsi menyalurkan pengembalian darah jaringan vena miokardia ke dalam atrium kanan melalui ostium sinus koronarius disamping muara vena cava inferior.


3.Sirkulasi Sistemik

Sirkulasi sistemik ,dimulai dari sisi kiri jantung menerima darah teroksigenasi dari paru-paru dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.
( Atrium kiri > katup bikuspid > ventrikel kiri > katup semilunaris >  trunkus aorta > regia dan organ tubuh (otot,ginjal,otak,) > vena cava superior dan inferior > atrium kanan. )
a)     Arteri utama pada sirkulasi sistemik
1.     Aorta yang muncul dari ventrikel kiri merupakan pembuluh berdiameter terbesar dalam tubuh.
2.     Aorta asenden adalah bagian awal aorta.
a.     Badan aorta
b.    Arteri koronaria kanan dan kiri
3.     Arkus aorta dimulai  pada sudut sternum.
a.     Arteri brakiosefalika
b.    Arteri karotis komunis
(1). Arteri karotis eksterna
(2). Arteri  karot sinterna
(3). Sinus karotis
                   c.   Arteri subklavia kanan dn kiri
                          (1). Arteri vertebralis yang bercabang menjadi arteri basilaris
                          (2). Trunkus tiro servikalis
                          (3). Trunkus kosto servikalis
                          (4). Arteri toraksika interna
                   d.  Arterialisis
                  e.    Arteri brakialis dan bercabang menjadi arteri radialis dan arteri ulnaris.
       f.    Lengkung palmar dalam dan  superfisal serta menjadi awal percabangan arteri digitalis.
4.   Aorta toraksika menjadi percabangan visceral dan parietal pada organ dan otot dalam     regia toraks.
                   a.   Arteri pericardial
                   b.  Arteri bronkial
                   c.  Arteri esofageal
                   d.  Arteri interkostalis
                   e.  Arteri frenik

 5.   Aorta abdominalis berawal pada urea sekitar diafragma dan berakhir pada area sekitar
                  Vertebra lumbal keempat, 1cm di bawahdan di sebelahkiri umbilicus.
a.     Arteri seliaka
(1). Arteri gastrika sinistra
(2). Arteri splenika
(3). Arteri hepatika komunis
b.    Arteri mesentrika superior
c.     Arteri suprarenalis
d.    Arteri-arteri renalis
e.     Arteri testikularis(spermatikineterna) atau arterio varika
f.     Arteri lumbalis dan sakralis
     6.   Arteri iliaka komunis kanan dan kiri menurun sepanjang 5 cm. Masing-masing bercabang menjadi arteri iliaka interna dan eksterna.
                  a. Arteri iliaka interna
                        (1). Arteri pudenda interna
(2). Ereksidan engorgement organ seksual selama perangsangan seksual adalah  peristiwa vascular yang dikendalikan sistem saraf otonom.
                  b. Arteri iliaka eksterna menjadi arteri femoralis
                  c. Arteri popliteal
                  d. Arteri tibial posterior dan anterior
                        (1). Arteri dorsalis pedis dan arteri arkus
                        (2). Arteri peronea
      b).  Vena utama pada sirkulasi sistemik
             1.  Sistem vena dimulai dari ujung vena pada jaring-jaring kapilar dengan
                 venula yang menyatu untuk membentuk vena yang berukuran lebih besar.
a.     Vena dalam
b.    Vena superfisialis
c.     Venous sinus

2. Vena utama dari kepala, otak dan leher
a.     Vena jugularis eksterna
b.    Vena jugularis interna
c.     Vena subklavia membentuk vena brakiosefalika
d.    Vena kava superior
3. Vena utama pada tungkai atas
        a. Vena aksilaris, brakialis, radialis, dan ulnalis
        b. Vena-vena superfisial:
            -Vena sefalika
            -Vena basilika
            -Vena medial kubiti

4.Vena pada toraks
a.     Vena brakio sefalika
b.    Vena azigos
c.     Vena  hemiazigos
5.Vena pada abdomen dan pelvis
a. Vena kava inferior
b.Sistem portal hepatik:
           -Vena splenikus dan melalui percabangan vena mesentrika inferior
           -Vena mesentrika superior
           -Vena portahati
           -Vena hepatica

6.Vena pada tungkai bawah
Vena superfisialis dan lengkung vena dorsal:
           -Vena safenus kecil
           -Vena safenus besar




Sumber Materi>> 
Bagian Anatomi Histologi Fakultas kedokteran UnSrat
Ethel Sloane,Anatomi Dan Fisiologi,penerbit buku kedokteran EGC,jakarta,2003